Wednesday, June 1, 2011

Dika perawan anak tetangga.

Cerita ini berawal dari kepergianku ke Surabaya karena ada tugas dari kantor dimana aku bekerja. Aku diantar sopir dengan kendaraan dinas dan hanya saya dengan sopir saja, sehingga perjalananku ke surabaya terasa cukup singkat walau memakan waktu beberapa jam dari kotaku karena sepanjang perjalanan aku tertidur’
Oh iya lupa, aku belum menunjukkan jadi diriku, soal nama saya kira tidak perlu karena ini merupakan privasi saya, aku sudah berusia kepala 5, jadi sudah tidak muda lagi, tapi orang bilang aku awet muda karena penampilanku dan aku sering bergaul dengan anak-anak muda sehingga mempengaruhi kehidupanku sehari-hari. Cukup ya untuk perkenalannya.
Singkatnya aku sudah sampai di Surabaya, setelah mandi dan makan pagi di penginapan yang dituju, aku berangkat ke kantor yang mengundang aku untuk datang.
Urusan kantor sudah selesai pada sore hari kira-kira jam 3, sehingga masih banyak waktu untuk jalan-jalan melihat-lihat kota Surabaya yang semakin hari semakin macet seperti jakarta.
Tempat yang ku tuju adalah Mall yang cukup besar di Surabaya maksudku selain sambil lihat-lihat mungkin ada yang kira-kira dapat dibeli untuk oleh-oleh dirumah.
Sesampainya di Mall yang dituju aku turun dan masuk Mall sendirian karena sopirku tidak mau diajak alasannya mau istirahat. Okelah jadinya aku sendirian masuk ke Mall, ku jelajahi dari lantai 1 sampai 5 sambil cuci mata. Ketika sampai di lantai 5 aku berhenti untuk melihat-lihat ditempat pakaian, mungkin ada yang cocok buat aku pikirku. Ketika sedang asiknya aku memilih-milih baju ada suara wanita yang menyapaku, setelah ku toleh ternyata Dika, anak tetanggaku yang rumahnya berseberangan jalan dengan rumahku.
“ Pak.. kok disini … ? tanyanya … Aku jawab “Iya dik, ada tugas kantor dan kebetulan ini tadi mampir ke sini mau lihat-lihat” jawabku “ Sendirian to Pak ?” tanyanya lagi,
“ Ndak Dik, dengan sopir, tapi dia ndak mau diajak masuk. “ Kamu dengan siapa” gantian aku yang tanya, “ Saya sendiri Pak, tadi habis kuliah langsung kesini mau cari baju Pak” jawabnya.
Lalu sambil pilih-pilih baju aku dan dika ngobrol sana-sini menanyakan kondisi rumah dan sebagainya. Akhirnya aku sudah dapat baju yang cocok dan dika pun juga sudah dapat baju yang diinginkan. Setelah membayar di kasir aku tanya lagi ke dika, “ Habis ini mau kemana dik” ditanya begitu dia malah bailk nanya, “ Lha Bapak mau kemana setelah ini ?” aku jawab sekenanya, “ Yah .. kemana aja lah, … aku masih pengin refreshing disini dik” terus ku ulangi pertanyaanku tadi, “ Sekarang dika mau kemana hayo “ jawabnya juga sekenanya,” Juga masih mau refreshing seperti bapak”
“ Ya udah kalau gitu kita jalan-jalan dulu disini ya, sambil cari makan, dika kan belum makan to”? dengan agak malu dia menjawa “ belum pak”
“ Oke lah kita nanti cari makan dulu ya, terserah kamu mau makan dimana”
Setelah mengelilingi lantai demi lantai di Mall tersebut akhirnya kami masuk ke salah satu waralaba yang cukup terkenal, singkatnya kami makan bersama sambil ngobrol.
Di tengah-tengah menikmati makanan aku bertanya lagi ke dika, “ Dik kamu nanti ndak dicari ibu kost mu atau teman-teman kamarmu kalau pulang terlalu malam?” tanyaku,
“Ndak kok pak, ibu kostku itu rumahnya agak berjauhan dengan tempat kost dan teman kost ku lainnya hari ini pada pulang kan besuk libur”.
“Jadi nanti kalau kamu balik ke kost kan sendirian dik?” tanyaku;
“Iya pak, mending aku ikut bapak jalan-jalan sampai malam dari pada bengong sendiri di kamar”
Jantungku berdebar ketika mendengar pernyataanya tadi, aku masih melanjutkan pertanyaanku,
“ Kamu ndak dicari pacarmu, kan besuk libur ntar dia mau apel mumpung teman-temanmu pada pulang?” tanyaku menggoda.
“Aku ndak janjian kok pak, lagi pula hari ini dia tidak di kota ini, lagi ada tugas ke Jakarta”
“Memangnya pacarmu masih kuliah apa dan kerja dik?”
“Sudah bekerja pak, di kantor swasta”
“Syukurlah kalau begitu, nanti selesai kuliah kan bisa langsung nikahan.
“Belum ada rencana pak “…… dia lalu diam sambil memandangi aku, aku jadi bingung dan heran, mengapa tiba-tiba dika memandangi aku dengan tatapan seperti itu.
“ Dik … ada apa ?”………. tanyaku.
Dia masih diam dan tak lama kemudian tersenyum, manis sekali senyumnya.
Dika anak tetanggaku itu wajahnya manis, usianya sekitar 21 tahun, kulitnya kuning langsat, matanya bulat, bibirnya mungil hidungnya cukupan artinya tidak mancung dan pula tidak pesek, tingginya sekitar 150 cm, pastinya berapa aku tidak pernah mengukur, suaranya merdu, tidak heran saat masih SMA banyak anak laki laki yang pengin macari dia, tapi kelihatannya kok ndak ada yang nyanthol, terbukti tidak ada teman khusus yang ngapel pada setiap malam minggu.
“ Hayoo, bapak ngelamun …. ngelamunin apa pak …… dah kangen ibu ya …?”
Aku sedikit kaget waktu dia menegurku …… aku jawab sekenanya “ Ngelamunin kamu itu to dik, …….”
“Ah … orang didepannya kok dilamunin, … dah pengin pulang ketemu ibu to pak ?
“ Ndak dik, aku tadi ngelamunin kamu lho…, kamu sekarang jadi lain setelah di kota”
“Apanya yang lain pak, kan saya masih tetap saja seperti dulu to ….”
“Kamu tambah cakep dan cantik” jawabku menggoda.
“Ah bapak ada-ada saja … bapak juga masih tetap seperti dulu lho pak ….
‘Apanya yang seperti dulu dik ?
“Bapak masih gantheng lho …..” gantian aku yang tersipu.
Lalu kami terdiam dalam pikiran masing-masing, aku kaget ketiga dia menyampaikan sesuatu :
“Pak … mungkin bapak ndak tahu dan pasti tidak tahu, semasa aku masih tinggal dan bertetangga dengan bapak, aku selalu memperhatikan dan ngengagumi bapak, apapun yang bapak lakukan selalu ku perhatikan, bahkan kalau bapak jalan sama ibu baik naik motor, naik mobil maupun waktu jalan-jalan pagi, aku jadi iri bahkan mungkin cemburu pak …. bener lho pak …”
Jantungku jadi berdebar lebih keras dari yang tadi, tidak kusangka bahwa dika ternyata menaruh hati kepadaku meskipun usiaku hampir sama dengan bapaknya.
“Ah … masak to dik, kan bapak dah tua hampir sama dengan bapakmu …..”
“Iya pak makanya saya waktu itu tidak punya pacar pak dan bagiku itu sah-sah saja, kan cinta itu tidak harus memiliki walau bertepuk sebelah tangan……..”
Naluri lelakiku kemudian muncul dan dengan hati yang dak dik duk aku tanya ke dika; “ Sampai sekarang perasaan dika masih seperti dulu”? tanyaku meyakinkan lagi.
“Masih pak, ketika tadi aku ketemu bapak, aku merasa Tuhan telah mempertemukan aku dengan bapak, rasanya bahagia sekali pak ….makanya saya malam ini pengin ikut bapak kemanapun mumpung bisa ketemu, mungkin besuk-besuk belum tentu bisa ketemu lagi “ jawabnya.
Kemudian yang tidak ku sangka-sangka dia memintaku untuk tidak pulang malam ini.
“Pak … malam ini jangan pulang dulu pak, nemeni dika disini ya…”
Aku jadi bimbang antara senang dan ragu,
“ Kalau begitu bapak tidur di tempat kost mu” tanyaku pura-pura mblooni.
“ Ndak pak aku yang ikut bapak, soal di kost nanti aku telpun ke ibu kost kalau aku tidur ditempat saudara”
“ Oke lah dik, tapi sopirku tak beritahunya dulu ya ….”
“Sopirnya suruh ke penginapan dulu aja pak, kita nanti naik taxi aja”
Setelah sopir aku suruh langsung ke penginapan dengan alasan aku ada janji dengan teman mungkin pulang malam dan bahkan sampai besuk pagi, aku dan dika keluar dari Mall kemudian memanggil taxi.
Di perjalanan aku nanya dika,
“Kita kemana dik ?”
“Terserah bapak aja.. kemanapun aku ngikut”
Langsung aku memberitahu sopir taxi untuk menuju salah satu hotel dimana aku sering menginap ketika ada kegiatan di Surabaya.
Jam telah menunjukkan pukul 18.30, singkatnya kami sudah chek in di hotel tersebut dan dapat kamar nomor 412.
Kami berdua dengan diantar oleh room boy menuju kamar, sesampainya di kamar ketika room boy sudah pergi dan pintu kamar sudah ditutup aku tidak menyangka dika langsung memelukku dengan erat sambil berkata lirih;
“ Pak .. aku bahagia sekali bisa bersama bapak …. hari-hari yang lalu Cuma di angan-angan saja …. “
Masih sambil berpelukan, wajah dika ku tengadahkan sehingga kami berpandangan, lalu ku dekatkan bibirku ke bibir dika, dia langsung menyambut bibirku dengan sangat agresif sekali, kami berciuman agak lama, kemudia dika melepas pelukannya dan duduk di tepi tempat tidur yang empuk, aku menyusulnya sambil berkata;
“Dik .. kita mandi dulu aja ya.. biar segar ….”
Dia memandangiku lalu mengangguk, lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sesampai di pintu kamar mandi dika menoleh kepadaku, walaupun tanpa kata aku tahu maksudnya agar aku ikut mandi bareng aja. Aku mengangguk kemudian dia masuk ke kamar mandi tanpa menutup pintu. Sebelum aku ke kamar mandi, aku sudah melepasi pakaianku dulu, tinggal cd ku aja yang belum ku pelas. Ku susul dika ke makar mandi, disitu dia sudah melepasi pakaiannya dan juga hanya tinggal cd nya saja yang masih menempel.
Aku tertegun melihat tubuhnya yang sintal dan berisi, susunya yang padat, tidak begitu besar tapi nampak montok, puntingnya berwarna merah kecoklatan menonjol ke depan sangat indah dipandang, pantatnya yang masih padat dan wow … tempiknya … meskipun masih terbungkus cd nampak sedikit menonjol tapi tidak besar. Kulitnya yang halus ….. hmm.. tak sabar aku pengin segera memeluknya.
Waktu aku memandanginya, dia tersenyum dan menghampiri ku, ….
“ Pak ……..” desahnya ketika sudah berada dipelukanku ………
“ Hm ……..” itu kata yang bisa ku ucapkan karena bibirku sudah dilumati dengan agresifnya oleh dika ….
Kami saling berciuman, lidahku ku julurkan ke dalam mulutnya dan dika menyambut dengan lidahnya ….. “ Oh ….. pak ….” desahnya disela-sela ciuman ketika kami melepas sebentar untuk bernafas.
Pelan-pelan cd nya ku tarik ke bawah dan akhirnya lepas, … kini dika telah telanjang bulat, sambil masih berciuman pantatnya ku pijit, ku elus-elus berputar putar, dia semakin agresif mencumbui bibirku ….. Tangan kananku yang sedari tadi meremasi pantatnya, sekarang pindah ke tempiknya yang bulu jembutnya tidak begitu lebat, ku elus-elus bagian luar tempiknya ….. dia mendesah dan melepas ciumannya ……
Kemudian tangan kananku dengan sangat pelan ku masukkan ke belahan daging dipangkal pahanya … sedikit demi sedikit kemudian kutemukan itilnya yang sudah nampak kenyal dan membesar, ku usap-usap itilnya pelan-pelan, dika langsung mengelinjang, …… kemudian tangannya yang sejak tadi merangkul di pundakku turun ke bawah dan melepas cd ku, begitu cd lepas, peliku yang sejak tadi sudah ngaceng di pegangnya …. jarinya yang halus memegangi peliku dan mengocok-ngocokkan pelan-pelan, ketika dia mengusap kepala penis dengan ibu jarinya …. rasanya nikmat sekali.
Tangan kananku masih meraba raba tempiknya ketika dia menghentikan elusannya di peliku, katanya “ Pak kita mandi dulu …….”
Tanganku lalu ku lepas dari tempiknya dan kami berdua mandi dengan shower sambil berpelukan.
Selesai mandi dan berhandukan .. kami langsung menuju ke tempat tidur. Dika duduk di ranjang sedangkan aku masih berdiri di hadapannya. Kemudian dia memegangi peliku yang sudah ngaceng itu sambil mengelus-elus seperti tadi;
“ Pak … punya bapak besar pak ….tentu ibu selalu puas dengan bapak “
“ He eh dik …” itu saja jawabku karena keenakan peliku di kocok dan dielus kepalanya dengan ibu jarinya.
Ketika dia ku suruh oral dia tidak mau, aku maklum barang kali memang belum pernah sama sekali …. lalu ..
“ Dik masukkan ke mulut dik “
“ Emoh ah pak… dika takut nanti giman-gimana ..”
“ Ndak popo dik, dah to dicoba dulu …” pintaku
“ Rasanya gimana pak … ?” tanyanya
“ Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..”
Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung peliku ke mulutnya, mula-mula bibirnya menempel di ujung peliku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala penis sudah masuh ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan berkata “ Kok asin ya pak “ tanyanya, “ Iya ndak popo mamang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi peliku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan aku membantu mendorong agar peliku bisa masuk semua di mulutnya. Lalu ku gerak-gerakkan sehingga peliku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulau mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya. “ Dik … enak sekali dik …” aku merasa keenakan peliku di emut dika … ketika ujung peliku berada di bibirnya; “ Dik disedot dik pelinya “ …. aku meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali … wow dika kamu dah pinter batinku.
Selanjutnya setelah dia melepas peliku dari mulutnya, aku mendorong dia agar berbaring di ranjang, lalu aku jongkok, kemudian kedua pahanya ku angkat dan ku renggangkan sehingga tempiknya nampak jelas olehku. Dengan sedikit bernafsu namun halus dan pelan, bibirku sudah menempel di tempiknya.
Ku jilati bibir tempik yang sudah merekah karena terangsang, dia mendesah desah, lalu itilnya yang sudah kenyal dan membesar itu ku mainkan dengan lidahku dan dia semakin mendesah dan merintih … “ Oh …. ah ….pak …. ini rasanya apa pak kok enak sekali pak …. aduh ….. pak …. enak sekali pak ……. dia semakin merintih dan mengelinjang ketika itilnya ku isap-isap dengan bibirku …… “oouuh ….. aaauuh … ssssshhh …” dia mendesah sambil memgangi kepalaku, ….. “ Pak …..ouhh pak ….. enak sekali pak ….. rasanya apa ini pak …… aduh …. pak …….”
Aku merasakan dia akan orgasme, ku lihat liang tempiknya berkedut, lalu aku menindih tubuhnya yang sintal tadi, ku geser posisi tidurnya ke tengah ranjang, kakinya kusuruh mengangkat dan membelitkan di pinggulku, lalu peliku ku masukkan ke tempiknya, pelan-pelan tapi pasti, mula-mula agak sulit karena lobangnya masih sempit, lalu dia mengelinjang dan merintih ketika peliku berangsur angsur masuk ke tempiknya, ada sesuatu yang terasa agak menghalangi ….
…” oooouuhh … pak … aduh ……….., hmmmm…….enak sekali pak ….. aaaauuuuhh …” pelan pelan peliku segera ku gerak-gerakkan naik turun dengan halus dan pelan mengingat dia masih gadis, tapi aku belum tahu dia maih perawan apa tidak, aku tak peduli..
Aku terus menggerak-gerakkan peliku naik turun, dika juga mengimbangi dengan menggerak-gerakkan pantatnya naik turun mengikuti iramaku … Kemudian dia menggerakkan pantatnya smakin cepat bibirnya yang sedari tadi kucium dilepaskan, matanya terpejam dan pelukan di punggungku semakin kencang aku tahu dia mau orgasme. … “ Pak …… aduh pak ….. oooouuuuh …… aaaauuuh pak ….. aduh pak ….. ini rasane apa pak … enak sekali pak ……. aaaaaaauuuuuhhh ….. ehhhhhhh
“ semakin cepat gerakan pinggulnya aku juga mengimbanginya …… lalu dia mengerang dan mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi dan ku imbangi menekankan peliku dalam-dalam di tempiknya dan dengan erangan dan lenguhan ……. tubuhnya bergetardan mengejang, tempiknya berdenut-denyut keras sekali kurasakan di peliku, matanya terpejam dan bibirnya merintih …. “ Ooooooh pak …..” itu kata yang keluar dari mulutnya saat dia mengalami orgasme ……….kemudian gerakannya berhenti …. tapi didalam tempiknya masih berkedut dan bergetar …… aku gerakkan peliku sedikit agar dia ada reaksi …. ternya betul …. dia mengelinjang seperti terkejut dan secara reflek menggerak gerakkan pinggulnya naik turun tapi Cuma sebentar.
Kembali ku nikmati kedutan dan getaran-getaran di dalam tempiknya. Dia masih mejamkan matanya, bibirku ku dekatkan pada bibrnya lalu ku cium bibir mungil itu, di tidak menyambutnya seperti di awal tadi tapi Cuma diam dan pasrah bibirnya ku lumati. Aku masih menindihnya ketika dia mulai membuka matanya yang nampak sayu seperti orang kecapaian, Lalu dia tersenyum dan mengelus-elus rambutku. …….”Pak …….” hanya itu kata-kata darinya, ku pandangi matanya ….. ku cium pipinya …… “ Dik …. “ kataku, “ Kamu merasakan apa tadi ….” tanyaku
…… “ Apa ya pak … pokoknya enak banget pak aku ndak bisa katakan pak ….. yang pasti enak, belum pernah aku merasakan rasa yang seperti itu pak ….. sepertinya aku tadi hampir pingsan ya pak ….?”
“ Ndak dik …. , Dika tadi mengalami orgasme, kepuasan hubungan sex ya disitu dik” jelasku.
“ Tapi ibu dan kakakku yang sudah nikah ndak pernah cerita kalau hubungan sex bisa orgasme seperti itu pak …”
“ Iya dik belum tentu setiap orang bisa merasakan itu, tinggal tergantung pasangan dan cara memberikan rangsangan agar dia bisa orgasme.
“ Ooooo gitu ya pak ….., Lalu dia diam dan masih sambil menikmati sisa sisa orgasmenya, disela-sela sedang menikmati itu dika mengatakan sesuatu,
“ Pak kalau aku matur, bapak boleh ndak ?”
“ Mau matur apa sayang ?”
“ Pak …. aku tadi ikhlas dan rela pak kalau keperawanku yang mengambil bapak”
Aku tertegun, ternyata dika masih perawan, aku melihat di mulut tempiknya ada sedikit ceceran bercak darah perawannya dika,… untung tadi dikasih alas baju kaos ku jadi darahnya ndak tercecer di sprei. Aku melepas peliku yang masih menegang ngaceng dari tempiknya, bercak darah perawnnya ku usap dengan kaos yang untuk alas tadi dan ku taruh di sisi ranjang.
Karena aku tadi belum keluar sehingga peli ini masih ngaceng terus, lalu aku merebahkan tubuhku di samping kanan dika, lalu pentil susunya yang ranum itu ku elus-elus dengan tangan dan ku puntir puntir pelan agar dia tidak kesakitan, sesaat dika terdiam dan akhirnya sudah muncul reaksinya lagi, dia mulai merintih dan mendesah lagi, suaranya desahan dan rintihannya merangsang birahiku, lalu kembali tempiknya ku usap pelan dan itilnya ku mainkan lagi, dia semakin terangsang dan menggerak gerakkan pinggulnya ke atas, lalu bibirnya kembali ku cium, dengan agresif dika menyambut ciumanku, itu berlangsung tidak lama karena dia sudah sangat terangsang, dan minta peliku dimasukkan kembali ke tempiknya.
Aku terlentang dan kusuruh dika naik dan menindih tubuhku, dia sudah berada diatas tubuku dan peliku ku suruh megangi dan memasukkan ke tempiknya;
“ Dik .. masukkan pelinya ke tempikmu sayang ….. “ dan pelan-pelan peliku kembali menembus tempiknya yang sudah basah dengan cairan sehingga dika tidak merasakan sakit bahkan dia mendesah desah ketika dia menggerakkan pinggulnya naik turun.
“ Pak ….. ooooooooouuuuuh …. masih enak terus pak …… enak sekali pak ……”
Desah dan rintihannya semakih hebat disertai dengan gerakan yang semakin tidak berirama karena dika sudah terangsang sekali ……… “ Mmmmmmmmhhhhh ………..
Ooooouhhhh pak ……… aku enak banget pak ………. uuuuuhhhhh aduh pak …..pak ………pak ….. dika mau orgasme lagi pak …….. aaaaaaaaaaaauhhhhh …….hsssssss ….”
Gerakannya semakin cepat, tubuhnya menggeliat geliat ke kiri ke kanan sesekali kepalanya diangkat keatas sambil mendesah desah dan akhirnya
“aaaaaaaaaaauuuuuhhh ……….. “ tubuhnya bergetar dan mengejang, kakinya yang tadi mengangkang dan ditekuk disamping kiri kanan tubuhku kini diselonjorkan hingga lurus dengan kakiku, ganti kakiku yang ku tekuk untuk memberikan penetrasi peliku di tempiknya, tubuhnya yang tadi menggeliat geliat kini rebah menindih aku lalu ku peluk erat agar dia semakin merasakan kenikmatannya, matanya terpejam, kepalanya menyusup di samping leher kiriku ….. dia orgasme lagi untuk yang kedua kalinya, beberapa detik setelah itu tegangan tubuhnya semakin mengendor dan kakinya kembali ditekuk disamping tubuhku, tapi tubuhnya masih menindihku, nafasnya berangsur-angsur mereda …. dan dia merintih pelan “ Pak ….. dika enak sekali pak …… Bapak pinter sehingga dika bisa merasakan orgasme lagi …..” lalu dia ganti menciumi pipiku, keningku dan bibirku, sesekali dia masih merasakan kenikmatan itu dengan menggerak gerakkan pinggulnya naik turun. …”Bapak apa ya bisa merasakan orgasme pak” tiba-tiba dia bertanya begitu, “ Ya bisa dik, tapi bapak belum sayang, bapak masih ingin dika menikmati dulu ..” Lalu dia tanya lagi “ Lha kapan bapak orgasmenya …?” Ku jawab “ Nanti sayang, …. nanti kita sama-sama … akan lebih nikmat dari yang sudah tadi …..”
Karena aku tahu dia masih perawan dan baru sekali ini merasakan bagaimana nikmatnya bersenggama, aku tidak mengajak dika dengan posisi yang macam-macam takutnya dia merasakan sakit dan nanti bisa trauma, untung saja waktu keperawanannya pecah tadi tidak merasa sakit karena tertutup dengan kenikmatan yang luar biasa sehingga dia tida merasakan sakit sama sekali.
Peliku masih menancap di tempiknya dan sesekali masih merasakan denyutan kenikmatan didalam tempiknya dika, dia enggan untuk melepaskannya karena masih enak katanya. Aku menuruti apa maunya saja biar dia betul-betul merasakan kenikmatan yang luar biasa ini.
Sesaat kemudian dia ku ajak membalikkan tubuhnya, sehingga sekarang aku diatas dan dia dibawah tanpa melepaskan peliku dari tempiknya.
“ Dika mau langsung posisi begini apa yang lain sayang …?”
“ Posisi yang lain bagaimana pak ..?”
Aku lalu melepas peliku dari tempiknya, dia ku suruh tengkurap dan pantatnya ku suruh menungging, lalu aku hampiri dia dari belakang dan ku masukkan peliku di tempiknya lagi, “ Ooouuuww, “ dia mengjingkat tapi cuma sesaat dan setelah itu, peliku sudah seluruhnya masuk ke tempiknya, kini aku yang menggerakkan peliku keluar masuk, dia hanya menggoyang-goyangkan pinggulnya sambil mendesah-desah, kemudian dia mengangkat tubuhnya sehingga sejajar dan tidak nungging lagi,
“ Pak …. enak sekali pak, ….. tapi kok seperti ipus ya pak ……”
Aku tersenyum mendengar kata-katanya, dia mungkin pernah lihat kucing yang lagi senggama …
Posisi itu tidak lama, aku kasihan dia mungkin sudah capek sudah keluar dua kali, kembali kusuruh dia merebahkan tubuhnya terlentang lagi, aku menghampirinya dari samping kanannya, ku angkat paha kanannya menumpang di pingganggku, tempiknya kelihatan merekah sekali, sebelum peliku ku masukkan ke tempiknya, ku geser-geserkan kepala peliku di tempiknya dan kudiamkan sejenak di bibir tempiknya, lalu itilnya ku mainkan lagi dengan jariku, dia merintih dan mendesah lagi : “ Oohh ..pak .. apa lagi ini pak … kok tambah enak terus sayang ….. enak sekali …” Aku mendengar kata kata dia memanggilku sayang, libidoku semakin naik, peliku yang tadi di bibir tempiknya ku masukkan pelan-pelan dan bless masuk lagi dengan tanganku yang masih memainkan itilnya, dia semakin blingsatan dan rintihannya semakin hebat karena tadi hanya peli yang masuk tanpa utik-utik di itilnya ….. dia sangat merasakan kenikmatan dan rasangan yang kuar biasa “ Ooouuhh sayang ….. pak …….. aduh ………. sayang enak sekali …….ouhhhhhh …… nikmat banget sayang ……. aduh ……. enak banget pak ……… enak sekali sayang ………… nghhhhhhh …….. ouh ……..”
Aku semakin bersemangat menggenjotkan peliku di tempiknya, walau pelan-pelan tapi mantap sampai kedalam, dika semakin tidak tahan ……… “ Ohhhhh sayang ……….
Dika rasanya mau lagi Pak ……. ouhh ……. ouhhh …….. sayang ………… itilnya mengeras dan tempiknya berdenyut denyut, pinggulnya di naik turunkan.
“ Ya sayang “ jawabku, “ aku juga merasakan begiti sayang ……..”
Peli ku cabut dan aku kembali posisi menindihnya, dia menngangkangkan kakinya lebar dan bless peliku sudah masuk lagi di tempiknya ….. gerakan dan rintihan dika semakin tak beraturan ……
Ranjang tempat aku dan dika bergumul seolah mau roboh ketika aku dan dika akan orgasme bersama sama karena dika menggerakkan tubuhnya kuat-kuat mengimbangi gerakannku yang juga demikian.
“ Bapak ……. sayang ……. aduh ……. ooouuuuhh …. enak sekali sayang …….. terus ….. sayang ,….. hhhhhh ….. ad……uuuuh…….. nikmat sekali sayang …….. ouuuuuh ……..
Aduh pak …… dik……ka……..mmmmmaaau …….ooouuuh …..”
Aku semakin gencar menggerakkan peliku naik turun dan akhirnya …..
“ Dika sayang …….. aku juga mau keluar dik “
“ Ooouuuh i.i….i ..y..a sa….yang ….. a …yy….o ….. oooouuuuhhhh ……. hssssssss ………aaaauuuhh, ………. ahhhhh ……….pak ……. “ rintihannya terhenti karena merasakan nikmat yang luar biasa.
“ Oooh .. dika …. aku juga keuar sayang ………….. uuuuuuuh ……..hhhhhhhhk………hhhhhkkk ahhhhhh ……….
dan jroooot …..jroooot …..jroooot……. maniku membasahi didalam tempiknya dika …
beberapa saat kami diam merasakan kenikmatan yang luar biasa,…..lalu ..
“ Dika ……”
“ Ya sayang ….”
“ Kamu merasakan nikmat sayang ?”
“ Luar biasa pak, melebihi yang awal tadi, bapak hebat ….”
“ Kamu juga dah pinter dik …..”
“ Kan yang ngajarin bapak to …. “
Lalu dia meraih kepalaku lalu didekatkan di wajahnya dan menciumi pipiku.
Sementara peliku masih menancap di tempiknya, masih terasa sisa-sisa denyutan kenikmatan bergetar di tempiknya dika.
Ku pandangi wajahnya yang manis itu dia tersenyum, senyum yang penuh arti bagiku karena dia merasakan apa yang pernah diangankan menjadi kenyataan.
“ Dik ….kamu tidak menyesal ?
“ Ndak sayang …. sejak dulu aku memimpikan bisa bersama bapak …. sekarang kan sudah kesampaian.
“Tapi perawananmu …? “
“Kan saya sudah matur bapak bahwa dika rela menyerahkan keperawanan dika kepada bapak, demi cintaku kepada bapak …….
“ Nanti kalau kamu nikah gimana ?”
“ Kan dika aktif olah raga to pak, itu sekarang sudah tdk menjadi ukuran kok sayang “
Sambil bilang begitu dia menciumku.
Sementara peliku sudah mulai mengecil dan keluar dengan sendirinya dari tempiknya dika lalu aku merebahkan diri di sampingnya.
“ Dik …. kalau janinya jadi gimana ….?” tanyaku lagi.
Dia tersenyum dan berkata;
“ Bapak jangan khawatir tapi juga ndak boleh cemburu lho ya”
“Emangnya ada apa ?”
“Biar bapak tidak was-was, nanti kalau pacar dika datang, dika akan ajak dia untuk begini seperti kita sayang, jadi kalau jadi entah itu dari bapak atau dari dia kan bapak sudah aman ……, ini demi kehormatan bapak , makanya bapak ndak boleh cemburu……”
Aku terdiam dan berpikir, pinter juga dia …demi cintanya padaku dia rela bekorban.
Ku peluk tubuhnya, ku ciumi pipi da bibirnya ….. untuk melampiaskan rasa sayang dan terima kasihku kepada dia.
Setelah ngobrol sebentar kami tertidur pulaaaas sekali …..
Dika terbagun duluan buktinya aku di bangunkan, saya lihat jam di tanganku menunjukkan jam 1 dini hari ……..
Lalau kami mandi bersama lagi, …. setelah mandi rasanya kok pengin tidur lagi tapi nggak ngantuk, dika hanya mengenakan kaos yang dibeli di Mall tadi tapi ndak pakai celana bahkan cd, kaos yang dipakai panjangnya sampai diatas lutut, kalau dipandang ouuuh merangsang birahi, warnanya hitam kontras sekali dengan warna kulit dika.
Aku memandangi dika yang berdiri sambil menata rambutnya di depan cermin.
Sesekali kaos yang dipakai agak naik lebih tinggi sehingga pahanya hampir kelihatan semua karena kedua tangannya naik ke kepala untuk membetulkan rambutnya. Duh indahnya bentuk tubuh dika yang semalam barusaja ku nikmati. Tahu kalau aku memperhatikannya dika membalikkan badannya sehingga menghadap kepadaku, dia tersenyum dan menghampiri aku.
“ Pak ….”
“Apa sayang…”
“ Bagaimana kalau saya memanggil Papa aja gimana…?” pintanya.
“ Itu lebih bagus sayang …. dan kelihatan lebih mesra..”
“ Ya papa …..” tak lupa senyumnya kembali terkulum dibibirnya.
“Tapi kalau kita ketemu di rumah manggilnya ya bapak lho ya ..nanti akan menimbulkan kecurigaan orang orang tetangga kita “ pintaku.
“ Iya dong papa…. dika sudah tahu itu sayang ….”
Dika mendekatkan tubuhnya kepadaku lalu ku peluk dan kurangkul dengan mesra …. kembali aku menciumi pipi dan bibirnya yang mungil itu.
Peliku yang sudah ngaceng ketika memandangi dia tadi dipegang dan dielus lembut oleh dika, aku diam saja dan merasa enak sekali.
Tanpa ku duga tiba-tiba peliku langsung di emut tanpa rasa ragu seperti awal tadi. Rupanya dia sudah tahu caranya buktinya emutan dan sedotannya enak sekali dirasakan. Lama dika mengulum peliku sambil di main-mainkan, tanganku yang sedari tadi mengelus-elus punggungnya ditariknya dan diarahkan ke punting susunya yang ternyata sidah membesar pertanda dia sudah mulai merasa terangsang dengan memainkan peliku.
Selanjutnya tubuhnya ku tarik dan dia melepas emutannya, dika ku rebahkan di sampingku dan aku segera melorot ke pangkal pahanya. Tanpa diminta dika sudah membuka selangkangannya lebar lebar sehingga tempiknya nampak jelas dan tanpa pikir panjang tempik itu segera ku jelajahi dengan lidah dan bibirku, dia kembali merintih rintih dan mendesah karena sudah kembali terangsang. Dari tempiknya keluar cairan vagina pertanda dia sudah terangsang sekali.
“ Papa …… oh…..aduh papa …. enak sekali pa……oooouuuhhh papa…… papa sayang ….. enak banget sayang ……… dika pengin lagi pa ….. ayo pa ………….. papa ……. aaahhhhhhh …..ssshhhh…… ouuuh ….. papa ayo pa ……… dimasukkan lagi papa …….. oooohhhhhh …….”
Aku segera bangkit dan kedua kakinya ku angkat dan ku tekuk sehingga lututnya sampai ke dada, …. lalu peliku ku masukkkan ke tempiknya pelan pelan …….dan bless …. dika merintih ….” Ooouuhhhh …. papa sayang ………
Hhhhhhmmmm …… enak papa ………… iya pa ………. enak …… ooouuuuhhh……. paaaa …… dika enak sayang ………..
Agak lama dika merintih dan mendesah … akupun merasakan nikmat yang luar biasa …….. tempiknya yang masih kenyal dan meskipun banyak airnya tapi masih seret dan kuat menjepit peliku ……, diapun pasti merasakan kenikmatan yang luar biasa juga ……… “ aaaaaahhhh ………hhhsssss …….. papa ……. oooouuuh …….. enak banget pa………….. papa pinter banget sayang ………..”
Tiba-tiba dika meremas pnggungku dengan kuat …… matanya terpejam, dan gerakan pinggulnya mulai cepat dan kuat ……. rintihan dan desahannya semakin keras ….. nafasnya memburu …… “ Papa ……… oooouuhhhh papa ……… dddikkaaa …. mmmau da…..ppet …laa……mmmm,” belum sempat dia melanjutkan rintihannya bibirnya sudah ku lumat dengan bibirku ……………….
….”…Mmmmmh …….” ketika ciumanku lepas dia langsung merintih “ oooouuuh …. papa “ ……. “ Iya ma ……. ayo sayang … papa mau keluar ….”
Aku mempercepat gerakan ku dan dika juga demikian dan …….. “ aaaauuhh … “ tempiknya berdenyut keras sekali bersamaan dengan jrooooot … jrooot….jroooooot maniku kembali memancar didalam tempiknya, ….. sesaat kami diam sambil menikmati orgasme yang baru saja berlangsung ……………..
Kemudian aku gerakkan lagi peliku naik turun dan ……. kembali dika menegang dan tempiknya berdenyut denyut ….” Ahh papa …. dika dapat lagi papa ……. “ badannya bergetar dan mengejang ……. tangannya memeluk punggungku erat erat, aku juga melakukan penetrasi agar orgasmenya jadi lebih nikmat ….. . Dika merasakan kenikmatan luar biasa, akupun juga demikian …. Peliku meskipun masih agak semi ngaceng ku tarik keluar dari tempiknya,….. Ku ciumi dika yang terkulai lemas di ranjang. Lalu aku merebahkan tubuhku disisnya. Kulihat jam sudah menunjukkan hampir pukul 3 pagi, setelah kami mebersihkan diri lalu kembali tidur lagi sambil berpelukan mesra sekali.
Jam 6.30 aku bangun duluan …. kubiaarkan dika yang masih pulas tidurnya karena kecapekan … ku pandangi tubuhnya yang masih setengah telanjang karena sebagian tertutup selimut, tak kusangka semalam aku menikmati tubuh yang masih sintal dan wajah yang manis milik dika anak tetanggaku.
Yang paling kuherankan, dia dengan ikhlas memberikan perawannya kepadaku karena sejak mulai di SMP dia mengagumi aku katanya. Lepas dari itu semua aku tetap akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu terhadap dika kelak.
Hmm …. aku menggumam sendiri, lalu aku beranjak mandi. Ketika aku selesai mandi dika masih tetap pulas tidurnya.
Karena sudah jam 7 pagi, pelan-pelan ku cium pipi dan keningnya, lalu dia membuka matanya sambil masih merasa malas malasan … “ Papa dah mandi to …? “ tanyanya. “ Sudah sayang …, tadi sengaja dika ku biarkan tidur karena nampak capek banget, makanya tidak ku bangunkan dulu … “
“ Iiiihh malu aku …. cewek kok bangunnya kesiangan …. “ berkata begitu sambil beranjak dari ranjang … hanya baju kaos semalam yang menutupi tubuhnya. “ Dika mandi dulu ya pa .. “ berkata begitu dika sambil berjalan menuju kamar mandi.
Ketika dia mandi aku coba melihat barang barang di tasnya dika yang baru saja dibeli di mall tadi malam…. aku terkejut ternyata dia sudah menyiapkan perlengkapan untuk ganti seperti cd, bra, bedak dan lipstick dll perlengkapan wanita, berarti setelah ketemu aku tadi malam dia sudah memperhitungkan.
Hebat ……. gadis manis, lugu ternyata memendam cinta mendalam kepadaku dan rela menyerahkan salah satu miliknya yang paling berharga kepadaku demi cintanya. Dalam hati aku berkata “ Dika …. cintamu tidak bertepuk sebelah tangan sayang … aku juga akan mencintai kamu walau semuanya hanya di balik layar serta perbedaan usia yang cukup jauh tidak menjadi penghalang cinta kita sayang “ …
Dika sudah selesai mandi dan mulai bersolek … “hmmm cantiknya istri mudaku … tak kusangka aku bisa memilkimu” batinku berkata begitu.
Sebelum dika mengoleskan lipstick di bibirnya dia megnhampiri aku dan ….”Papa ….” kami berpelukan dan bibir mungil itu ku cium dan ku lumat lagi.
Agak lama kami berpelukan karena dika seakan tidak mau lepas dariku dan ingin selalu dekat.
“ Dika sayang ….. hari sudah siang sayang … papa nanti pulang yang …. dika jaga diri baik baik ya …. percayalah kita pasti akan bertemua lagi, setiap papa kesini nanti dika papa beri tahu sayang ….”
Dia tidak berkata apa-apa, Cuma dari matanya mencucurkan air mata ……….
“ Ya pa …. selamat jalan nanti kalau pulang dan hati-hati…..” lalu dia memlukku lagi.
Singkatnya setelah cek out kami langsung memanggil taxi, tak lama kemudian taxi sudah meluncur menyusuri jalan di surabaya yang kini sudah banyak macet.
Aku mengantar dika yang ternyata tempat kostnya tidak jauh dari penginapan dimana sopirku istirahat disana.
Setelah dika turun aku langsung menuju penginapan tersebut dan ku lihat sopirku masih membersihkan mobilnya.
Setelah persiapan selesai tiba tiba hp ku berdering, …. ternyata dika yang telpun. “ Pa …. aku ikut pulang ya … karena aku sudah lama tidak pulang ..”
“ Iya .. ya .. dik …nanti tak jemput … kamu siap-siap dulu aja. “
“ Sudah kok pa … baju-baju dah masuk tas semua …”
“ Ya oke lah … sebetar lagi Bapak nyampai disitu ..”
Tilpun lalu ditutup .. aku segera mengajak sopirku berangkat …dengan waktu yang singkat karena dekat kami sudah sampai di tempat kost dika.
Singkatnya dika sudah bergabung dengan kami untuk kembali menuju kota ku. Ketika kami berhenti istirahat dan makan, dika pamit ke toilet, dan tidak ku sangka sopirku ngledek aku, “ Pak …. itu teman bapak yang ada janji dengan bapak semalam?” … sambil cengengesan sopirku menanyakan dika.
“ Hus .. kamu ni mau tahu aja … “ jawabku sambil pundaknya ku tepuk.
“ Kalau itu sih … 7 hari berturut-turut ndak papa pak …” ledeknya kembali.
“ Tapi kau diam lho ya … kalau ini sampai orang tahu berarti kamu yang bocorin” ,..
“Beres boss hamba patuh dan tabik …. he he he …
“ Uhh .. cengengesan kamu ….. sambil ku uyeg rambutnya yang gondrong itu.
Singkatnya setelah makan .. kami melanjutkan perjalanan pulang, kami selamat sampai ke tujuan rumah masing-masing.
Hari-hari seterusnya kami ( saya dan dika ) selalu berkomunikasi dan sudah beberapa kali mengulangi apa yang kami lakukan di kamar 412 itu sampai sekarang.